Kamis, 26 April 2012
Pragmagtis dakwah kampus
Kampus, yang seharusnya menjadi tempat lahir para ilmuwan dan cendekiawan, kini hanya berfungsi sebagai tempat singgah sejenak. Singgah sejenak untuk menghadapi dunia usaha, perpolitikan, atau usaha lain dalam mempertahankan hidup. Sungguh miris jika manusia, yang diberkati kemampuan lebih, hanya berpandangan tentang bertahan hidup, khususnya untuk kalangan akademis. Istilah akademis sendiri menjadi istilah yang hanya muncul dalam kalimat-kalimat retoris di balik mimbar.
Selain hakikat ilmu yang sudah bergeser, dari sebuah pemahaman menjadi sekedar IPK tinggi, hal ini dikarenakan tekanan universitas. Dengan sistemnya yang tak terlalu baik, universitas tidak memberi ruang bagi mahasiswanya untuk memegang ideologi nurani. Ideologi yang bukan didasarkan atas nafsu, tapi berangkat dari nurani yang terkadang terbelenggu.
Keprihatinan ini makin menjadi-jadi ketika pergeseran hakikat ilmu ini berimbas pada rangkaian gerak dakwah yang sudah dimulai berabad-abad silam ini. Kini, dakwah masih sebatas penunjukan eksistensi. Kalau tentang semangat juang, sudah tidak diragukan lagi. Namun, semangat hanya sebatas semangat. Para juru dakwah tak pernah serius mengurusi umatnya.
Akibatnya, makin lebar jurang pemisah antara ulama, cendekiawan, juru dakwah, dan masyarakat. Para ulama dan cendekiawan belum ‘mampu’ membumi. Para juru dakwah terlalu asyik bermain dalam lingkarannya sendiri. Dampaknya, masyarakat, yang harusnya dibina dan diperhatikan, tak pernah tersentuh.
Para pengisi barisan terdepan, dalam hal ini juru dakwah, harus mulai membuat jembatan-jembatan penghubung yang melintasi jurang-jurang tersebut. Pragmatisme, yang memandang dakwah hanya sebatas eksistensi, harus segera dihilangkan. Batu penghalang ini bisa dihancurkan dengan membuat suatu sistem yang dapat membuka mata pragmatis-pragmatis tersebut.
Masalah ini tidak akan terselesaikan dengan seminar, diskusi, dll. Hal-hal insidental seperti itu hanya sebagai pemicu saja. Semangat ke arah ini sudah ada, namun masih stagnan. Belum ada langkah nyata yang mengupayakan solusi atas berbagai polemik yang dihadapi umat ini.
Jika ingin memulai langkah untuk mengupayakan solusi tersebut, maka dakwah kampus lah yang paling tepat. Sebab, dari sini lah titik tolak peradaban islam. Dari dulu, sampai sekarang. Selalu kalangan akademis lah yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan dakwah. Sejarah yang telah tercatat bukan untuk menaruh dendam pada tokoh antagonis masa lalu, namun untuk dipahami dan direnungkan, agar langkah yang akan ditempuh ke depan semakin jelas, semakin nyata.
Oleh: Ahmad Syarifudin, Yogyakarta
DAKWAH ISLAM DAKWAH KEPADA ALLAH
“Apabila dikatakan ‘da’wah islamiyah’,” kata Ustadz Jum’ah Amin Abdul Aziz, “Maka yang kita maksudkan adalah risalah terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai wahyu dari Allah dalam bentuk kitab yang tidak ada kebatilan di dalamnya, baik di depan atau di belakangnya, dengan kalam-Nya yang bernilai mukjizat, dan yang ditulis di dalam mushaf yang diriwayatkan oleh Nabi dengan sanad yang mutawatir, yang membacanya bernilai ibadah.”[1]
Dengan pengertian ini maka da’wah berorientasi kepada risalah Allah yang diturunkan kepada manusia melalui perantaraan Rasulullah dan dijadikan satu pedoman dalam bentuk Al Qur’an.
Dalam Fiqh Ad Da’wah, disebutkan bahwa da’wah adalah mengajak manusia dengan hikmah dan pengajaran yang baik sehingga mereka mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah serta keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. Dengan demikian, maka pada hakikatnya da’wah adalah satu usaha untuk membawa manusia dari kegelapan kebodohan dan ketidaktahuannya menuju hidayah Allah, yakni cahaya Islam. Thaghut adalah segala sesuatu yang yang disembah selain Allah, baik itu benda, manusia, sistem, maupun makhluk yang lainnya.
Disebutkan pula bahwa da’wah Islam yang dimaksud adalah da’wah yang berorientasi kepada pembangunan masyarakat Islam, melakukan perbaikan dalam masyarakat Islam, dan memelihara kelangsungan da’wah di tengah masyarakat yang berpegang pada kebenaran untuk memelihara kelangsungannya, yaitu dengan pengajian secara terus menerus, tasykir (peringatan), tazkiyah (penyucian jiwa), dan ta’lim (pendidikan).[2]
Dalam Platform Kebijakan Pembangunan dikatakan bahwa da’wah Islam pada hakikatnya merupakan aktivitas terencana untuk mentransformasikan individu dan masyarakat dari kehidupan jahiliyah ke arah kehidupan yang mencerminkan semangat dan ajaran Islam. Proses tarnsformasi individu, yakni pembentukan pribadi-pribadi muslim sejati (syakhsiyah islamiyah) dilakukan dalam kerangka transformasi sosial. Sebab, terbentuknya pribadi muslim sejati bukanlah tujuan akhir. Oleh karena itu, pribadi-pribadi ini mesti memperkaya kualitas dirinya untuk mengemban amanah da’wah (syakhsiyah da’iyah), sehingga mampu berperan aktif dalam melakukan transformasi sosial.[3]
Da’wah bukan hanya merupakan pekerjaan ulama dan mubaligh. Namun, siapa saja yang mampu menyerukan kebaikan kepada orang lain dan diri sendiri, maka ia adalah da’i, sang penyeru.
Sedangkan da’i ilallah, menurut Ustadz Jum’ah Amin Abdul Aziz, adalah orang yang berusaha untuk mengajak manusia – dengan perkataan dan perbuatannya – kepada Islam, menerapkan manhajnya, memeluk akidahnya, dan melaksanakan syari’atnya. Da’wah kepada Allah – yang diabaikan kaum muslimin pada masa ini – adalah suatu kewajiban yang dibawa oleh para rasul, lalu dipikul oleh para pengikutnya yang setia, yakni orang-orang yang mengikuti jejaknya setelah mereka, dan mengambil suri teladan dari para rasul itu dalam cara hidup mereka. Mereka tidak segan-segan untuk berjalan di atas jalan yang telah ditentukan Allah meskipun penuh aral yang menghadangnya.[4]
Menurut Ustadz Ali Abdul Halim Mahmud, da’wah ilallah adalah da’wah yang bersumber dari Allah yang disampaikan kepada kita melalui para nabi dan rasul-Nya, serta ditutup dengan kehadiran Nabi Muhammad.
Bila kita mengatakan da’wah ilallah, berarti kita berda’wah agar manusia beriman kepada Allah, risalah yang dibawa para nabi dan rasul, taat pada apa-apa yang diperintahkan, berhenti total dari semua yang dilarang, dan membenarkan seluruh perkataan utusan Allah tersebut. Arti berda’wah adalah mengajak kepada din Islam, penutup seluruh kalamullah, serta agama yang paling sempurna dan syamil (komprehensif). Islam adalah agama yang telah Allah jamin penjagaannya, sedangkan agama-agama selain Islam diserahkan kepada pemeluknya. Oleh karena itu, hanya Islamlah yang akan tegak tanpa perubahan dan cacat.[5]
Da’wah bukanlah ajakan kepada seseorang, pribadi, golongan, atau jamaah tertentu. Da’wah murni hanya ditujukan kepada jalan Allah saja. Jika terjadi hal yang sebaliknya dan para da’i mengajak kepada selain Allah, maka sebenarnya itu disebabkan oleh fanatisme terhadap golongannya. Pada akhirnya, timbullah perpecahan dari para da’i. Ini karena kesalahan dalam melihat jama’ah sebagai tujuan da’wah, bukan sekadar sarana.
Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan da’wah adalah menyeru manusia kepada Allah dan untuk kepentingan Allah, dan bukan untuk kepentingan para da’i dan para pengikutnya (kaumnya). Tidak ada tujuan lain bagi para da’i dalam segala usaha da’wahnya selain dari menunaikan kewajibannya terhadap Allah. Tiada suatu balasan yang diharapkannya dari orang-orang yang mendapat hidayah karena da’wahnya melainkan semata-mata mengharapkan ganjaran dari Allah.[6]
Sesungguhnya, da’wah merupakan urusan yang besar dan adil karena da’wah dapat mengontrol manusia sehingga mengantarkannya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Para rasul, mereka bersungguh-sungguh menunaikan amanah da’wah dan telah menyampaikan amanah secara terus-menerus dengan tulus ikhlas, bahkan mereka tidak hanya menyampaikan risalah itu secara lisan semata, tapi juga dengan keteladanan yang tergambar dalam perbuatan da’wah dan jihad yang tidak mengenal henti.
Menurut asalnya, da’wah dalam arti luas hukumnya wajib. Pendapat ini berdasarkan hadits tentang tidak adanya iman lagi bagi seseorang yang tidak mengingkari kemungkaran dengan hatinya. Namun, da’wah menjadi fardhu kifayah bila telah ada segolongan manusia yang menyerukan da’wah kepada umat manusia untuk menuju cahaya Allah dan meninggalkan kegelapan jahiliyah. Sedangkan da’wah dalam pengertian sempit asalnya adalah fardhu kifayah dan berubah menjadi fardhu ‘ain jika tidak ada yang melaksanakannya di suatu masa di suatu tempat.
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran: 104)
“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 2-3)
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa da’wah itu hukumnya fardhu kifayah jika dilakukan di negara-negara yang ada para da’i yang telah menegakkannya. Karena setiap negara atau wilayah membutuhkan da’wah secara kontinyu, maka dalam keadaan seperti ini, da’wah menjadi fardhu kifayah, yaitu apabila telah dilakukan oleh sekelompok orang, kewajiban ini gugur dari yang lain. Pada saat itu, da’wah bagi yang lain menjadi sunnah muakadah dan merupakan amal shalih. Tetapi, kalau tidak ada yang melaksanakannya secara sempurna, maka dosanya ditanggung seluruh ummat. Sebab mereka semua terkena kewajiban ini. Setiap muslim wajib melaksanakan da’wah menurut kemampuannya. Kalau dilihat secara umum, maka negara wajib mengarahkan tim secara khusus yang melaksanakan da’wah di seluruh penjuru bumi, untuk menyampaikan risalah Allah, dan menjelaskan perintahnya dengan cara-cara yang memungkinkan. Rasulullah telah mengutus para da’i dan mengirimkan surat ke raja-raja dan para pemimpin, untuk mengajak mereka memeluk agama Islam.[7]
Menurut Ibnu Katsir, seseorang yang menyembunyikan kebenaran (al haq) maka ia akan mendapatkan laknat dari Allah dan ancaman yang keras.
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Al Baqarah: 159-160)
Sikap seperti ini telah kita dapati dari orang-orang Yahudi yang menyembunyikan ayat-ayat Allah.
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicarakepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!” (Al Baqarah: 174-175)
Membiarkan kemungkaran sama artinya dengan meridhai kemungkaran itu, kecuali memang ia tidak mampu melakukan sesuatu untuk mencegah kemunkaran itu, bahkan dengan ucapannya.
Abu Bakar, ketika diangkat menjadi khalifah Rasulullah sepeninggal wafatnya, berkhutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian membaca ayat ini, ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.’ Dan kalian meletakkannya bukan pada proporsinya. Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Manusia jika melihat kemungkaran, dan tidak berusaha mengubahnya, maka tidak lama lagi Allah akan menurunkan siksa kepada mereka secara umum (merata).’”
Dari Ibnu Abbas, Abu Bakar mengatakan, “Benar, bukanlah termasuk dari kaum, bila mereka diperlakukan dengan munkar, dan dirusak dengan suatu perbuatan buruk, lantas mereka tidak berusaha mengubahnya dan memperbaikinya, kecuali hak bagi Allah untuk meliputi mereka dengan siksa dari, kemudian doa mereka tidak diterima.” Lalu ia memasukkan dua jarinya di kedua telinganya, dan mengatakan, “Seandainya aku tidak mendengarnya dari yang terkasih, maka diamlah.” (HR Ahmad)
Da’wah ini hendaknya dilakukan oleh setiap manusia hingga seluruh manusia berada di bawah naungan cahaya Islam.
Rasulullah bersabda, “Sampaikanlah dariku, walau hanya satu ayat. Dan ceritakanlah tentang bani Israil dan tidak berdosa. Dan siapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah menempatkan dirinya di neraka.” (HR Bukhari)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah mengubahnya (mencegahnya) dengan tangannya. Jika ia tidak mampu (dengan tangannya), maka dengan lidahnya, dan bila masih tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah iman yang paling lemah.” (HR Muslim)
DAKWAH ITU BERBUAT
Apakah Anda telah menyeru kepada sekalian manusia untuk kembali kepada kemurnian Islam, tetapi tidak banyak di antara mereka yang memenuhi panggilan suci ini? Apakah begitu banyak seruan kita ini seolah tidak didengar oleh mereka?
Jangan-jangan kita terlalu banyak menyeru, sementara kita sendiri tidak banyak berbuat, dan jarang belajar tentang apa yang kita perbuat.
Mari kita kembali menata pemahaman dakwah ini. Secara bahasa, da’wah berarti menyeru, memanggil, atau mengajak. Secara istilah, da’wah artinya mengajak atau membimbing manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, memberi contoh berbuat kebaikan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.
Dakwah adalah membangkitkan kesadaran manusia agar mereka memperoleh keberuntungan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dakwah juga bermakna usaha penyebaran risalah Islam di secara menyeluruh.
Terpenting, dakwah adalah melakukan amar ma’ruf, dan menghindari sesuatu yang munkar. Mari kita cermati kutipan ayat-ayat ini:
“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung” (terjemah QS Ali Imran : 104)
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan bagi umat manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (Terjemah QS. Ali Imran: 110).
Kata amar ma’ruf dan nahi munkar seperti itui banyak diulang kembali dalam ayat lain, QS. At Taubah: 71, Al Hajj: 41, Al-A’raf: 165, Al Maidah: 78-79 serta masih banyak lagi dalam surat dan ayat yang lain.
Tentu saja, amar ma’ruf maupun nahi munkar bukanlah materi diskusi. Ia adalah perbuatan, yang menghendaki penyerunya menjadi model untuk dapat dilihat diduplikasi tindak tanduknya. Maka, lakukanlah terlebih dahulu apa pernah diperintahkan kepada Anda, sambil terus menyeru kepada orang-orang yang anda seru menuju kebaikan.
Kualitas kita tergantung dari hasil pembelajaran yang kita lakukan. Vernon A. Magnesen mengatakan bahwa manusia mendapat manfaat belajar dari:
_______________________________________________________________________
10% dari apa yang dibacanya
20% dari apa yang ia dengar
30% dari apa yang ia lihat
50% dari apa yang ia lihat dan dengar
70% dari apa yang ia katakan, dan
90% dari apa yang ia katakan dan lakukan.
_____________________________________________________________________
Bila Anda mendapatkan pelajaran 90 % dari apa yang anda katakan dan lakukan, maka benarlah teguran Allah dalam surat As-shoff ayat 2:
”Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah engkau mengatakan sesuatu yang engkau tidak melakukannya ?”
Allah mengingatkan agar kita tidak hanya berwacana dan berteori. Allah memurkai orang yang hanya pandai berbicara tanpa pandai beramal, sekaligus mengandung hikmah bahwa mengatakan sesuatu sambil mengamalkannya adalah pembelajaran terbaik bagi kualitas diri manusia.
Untuk mempelajari sesusatu, praktekkanlah! Belajarlah komputer langsung dengan mengetik langsung di komputer, bukan menunggu diselenggarakannya kursus gratis. Anda belajar menyelenggarakan event dengan menjadi panitia beneran. Semakin sering, semakin mahir. Untuk belajar berbisnis, bawa langsung dagangan Anda, dan mulailah menawarkannya.
Anda dapat belajar memimpin rapat dengan cara mencoba memimpinnya. Anda dapat belajar mengarang dengan langsung menulis dan mengirimkannya ke media. Anda belajar berdakwah dengan langsung mengajak kebaikan kepada masyarakat. Meski hanya menyampaikan satu ayat.
Tetapi, bukankah amalan itu tertolak jika kita tidak memahami ilmunya terlebih dahulu? Kita mengawalinya dengan hukum dan tata cara, itupun sambil dipraktekkan. Selanjutnya, kita akan terus menggali ilmunya sambil terus meningkatkan kualitas ibadah kita. Jangan berdebat dengan keharusan kita paham ilmu sampai kafaah, baru berbuat.
Allah memberi batas waktu untuk hidup di luar yang kita pahami. Mengisyaratkan bahwa memang kita harus banyak berbuat.
Senin, 23 April 2012
Wahai kesatria muda
Penunggang al-‘adiyat di tengah deburan ombak kezaliman
Tancapkan panji Islam di setiap jazirah
Kibarkan al-Liwa dan ar-Raya laksana bintang di alam semesta
Kita adalah tulang punggung dakwah
Karena selain dakwah adalah kewajiban yang paling agung, dakwah adalah kebutuhan kita
Maka sesungguhnya,
Masa depan dakwah adalah benar-benar ada di tangan kita
Di tanganmu
Di tangan kita. Takbir…!!!
Selasa, 03 April 2012
Bintang Yang bersinar
Aku pernah bermimpi
Menjadi bintang yang paling bersinar
Ku tak menyangka ini terjadi
*
Kegagalan yang pernah ku alami
Menjadikanku semakin kuat
Aku bersyukur jadi s'perti ini
Reff:
Kebahagiaan ini janganlah cepat berlalu
Karna tak mudah untuk menggapainya
Ku berjanji akan menjaga semua
Terima kasih Tuhan
Atas s'gala anugrah yang Kau beri kepadaku
Semoga 'kan tetap abadi
Aku pernah berharap
Menjadi sesuatu yang berharga
Untuk semua orang
Yang menyanyangiku
Back to *
Reff:
Terima kasih Tuhan
Atas segala anugrah yang Kau beri kepadaku
Semoga 'kan tetap abadi ho..oo...
Semoga 'kan tetap abadi..
Buat Almarhum Abi_ku tercinta, I Always love you.Abi ^_^
Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)
Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) - Ada Band
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
Kembali ke: Reff
From : Putrimu tercinta Lisa widiastuti
Aku bisa, Aku adalah sang juara
C Cmaj7
Kadang ku takut dan gugup
C7
Dan ku merasa o o tak sanggup
F Em Am
Melihat tantangan di sekitarku
Dm G
Aku merasa tak mampu
C Cmaj7
Namun ku tak mau menyerah
C7
Aku tak ingin berputus asa
F Em Am
Dengan gagah b'rani aku melangkah
Dm G
Dan berkata Aku Bisa
F Fm C
Reff : Aku Bisa, Aku Pasti Bisa, ku harus terus berusaha
D G
Bila ku gagal, tak mengapa, setidaknya ku t'lah mencoba
F Fm C Em/B Am
Aku Bisa, Aku Pasti Bisa, ku tak mau berputus asa
F F#Dim Em Am Dm G C
Coba terus coba, Sampai Aku Bisa, Aku Pasti Bisa
Lagu Cinta Buat umi_ku tercinta, I love you really really mom ^_^
Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta
Reff :
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama
Back to *, Reff
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama
Back to Reff
By : Lisa widiastuti
KEDUDUKAN WANITA
Siapakah wanita itu???
Tahukah engkau wahai sahabatku,,??
Wanita adalah perhiasan dunia ini,,
dengan wanitalah bisa ditentukan suatu bangsa itu maju atau tidak.^_^
namun apakah kita akan membiarkan bangsa kita menjadi bangsa yang rusak??
tentu tidak,bukaaannn???
Maka, ayo para wanita,,bangkit menjadi wanita sejati yang selalu menjaga kehormatan dirinya
dari segala bentuk kerusakan-kerusakan...
menjadi wanita yang terbungkus dengan ISLAM..^_^
BE A HAPPY MOSLEMS GIRL
tEMen-TemaN cWeks sMw yG pnGin bHgia dUnia AkhiRat, iKutin Ne tiPs2 Qw:
1. Selalu menyertakan Allah dlm sTiap kita melangkah
2. jdikanlah Rasulullah sebagai first idola
3. Selalu percaya pda dRi sendiri
4. Fokus pada kelebihan diri Sendiri, gK pKe' mnDang kLebihan2 orang lain biar g nimbulin siFat iri hati
5. be a smart girls
may be, ne ja ych dRi qW..........
so, be a happy girls!!!!!!!!!!
BY : Lisa Widiastuti ( Syarifah Tsabitah )
Senin, 02 April 2012
KEJELEKAN TABARRUJ (berhias bukan untuk suaminya)
· Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan Rasul.
Barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikitpun.
Rasulullah SAW bersabda:
((كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إلاَّ مَنْ أبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أبَى))
“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak” Mereka bertanya: “Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak.”
· Tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
((سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ، عَلَى رُؤُوسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ البَخْتِ ، اِلْعَنُوهُنَّ فَإنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ))
“Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat.”
· Tabarruj adalah sifat penghuni neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
((صِنْفَانِ مِنْ أهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأذْنَابِ البَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ... ))
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat; kaum yang membawa cemeti bagai ekor sapi yang digunakan memukul menusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang...”
· Tabarruj penyebab hitam dan gelap di hari kiamat.
Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda:
((مَثَلُ الرَّافِلَةِ في الزِّينَةِ في غَيْرِ أهْلِهَا ، كَمَثَلِ ظُلْمَةٍ يَوْمَ القِيَامَةِ لاَ نُورَ لهَا))
“Permisalan wanita yang berhias untuk selain suaminya, adalah bagaikan kegelapan pada hari kiamat, tidak ada cahaya baginya.”
Maksudnya adalah wanita yang berlenggak-lenggok ketika berjalan dengan menarik pakaiannya, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan hitam dan gelap, bagaikan berlenggak-lenggok dalam kegelapan. Dan hadits ini walaupun lemah, tetapi artinya benar, karena kenikmatan dalam maksiat adalah siksaan, wangi-wangian akan menjadi busuk dan cahaya menjadi kegelapan. Kebalikan dari taat, bahwa bau mulut orang yang berpuasa dan darah orang yang mati syahid lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kesturi.
· Tabarruj adalah kemunafikan.
Rasulullah SAW bersabda:
((خَيْرُ نِسَائِكُمُ الوَدُودُ الوَلُودُ ، المُوَاسِيَةُ ، المُوَاتِيَةُ ، إذَا اتَّقَيْنَ اللهَ، وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ))
“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang memiliki kasih sayang, subur (banyak anak), suka menghibur dan siap melayani, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek wanita kalian adalah wanita pesolek dan penghayal mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurab a’sham.”
Yang dimaksud ghurab a’sham adalah burung gagak yang memiliki cakar dan kaki merah, pertanda minimnya wanita masuk surga, karena burung gagak yang memiliki sifat seperti ini sangat jarang ditemukan.
· Tabarruj mengoyak tirai pelindung dan membuka aib.
Rasulullah SAW bersabda:
((أيَّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا، فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ))
“Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaian-nya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla.”
· Tabarruj adalah perbuatan keji.
Wanita itu adalah aurat, dan membuka aurat adalah keji dan dibenci. Allah SAW berfirman:
} وَإذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إنَّ اللهَ لاَ يَأْمُرُ بِالفَحْشَاءِ {
“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakan-nya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” (Q.S. Al-A’raf: 28)
Sebenarnya setanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji itu, sebagaimana firman Allah:
} الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالفَحْشَاءِ {
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (Q.S. Al-Baqorah: 268)
· Tabarruj adalah ajaran iblis.
Sesungguhnya kisah Adam dengan Iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah, Iblis itu membuka peluang untuk melakukan perbuatan dosa dan mengoyak tirai pelindung dan bahwa Tabarruj itulah tujuan asasi baginya. Allah SWT berfirman:
} يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا {
“Hai anak Adam! Janganlah kamu sekali-kali dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.” (Q.S. Al-A’raf: 27)
Jadi iblislah yang mengajak kepada Tabarruj dan buka-bukaan. Dialah pemimpin utama bagi para pencetus apa yang dikenal dengan Tahrirul Mar’ah (pembebasan wanita).
· Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang Yahudi.
Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita sejak dulu memiliki pengalaman di bidang ini, di mana Rasulullah SAW bersabda:
((فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ ، فَإنَّ أوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسْرَائِيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ))
“Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita.”
· Tabarruj adalah Jahiliyah busuk.
Allah SWT berfirman:
} وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى {
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Nabi SAW telah menyifati ajakan Jahiliyah sebagai ajakan busuk dan kotor. Jadi ajakan Jahiliyah adalah saudara kandung Tabarruj Jahiliyah. Rasulullah SAW bersabda:
((كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أمْرِ الجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ تَحْتَ قَدَمِي))
“Semua yang merupakan perkara Jahiliyah tersimpan di bawah telapak kakiku.”
Baik itu bernama Tabarruj Jahiliyah, ajakan Jahiliyah ataupun kesombongan Jahiliyah.
· Tabarruj adalah keterbelakangan.
Buka-bukaan dan telanjang adalah fitrah hewan ternak, tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa Tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasa:
Anda mengangkat baju hingga lutut
Demi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda seberangi
Baju itu bagaikan naungan di waktu pagi
Yang semakin pendek, waktu demi waktu
Anda mengira bahwa laki-laki itu tidak memiliki perasaan
Padahal anda sendiri yang mungkin tidak punya perasaan
· Tabarruj adalah pintu adzab yang merata.
Seseorang yang memperhatikan nash-nash syare’at dan sejarah (Islam) akan meyakini adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh Tabarruj dan bahayanya atas agama dan dunia, apalagi bila diperparah dengan Ikhtilath (percampurbauran antara laki-laki dan wanita).
Akibat dan bahaya Tabarruj
Wanita-wanita yang melakukan Tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah:
1. Rusaknya akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang diharamkan ini.
2. Memperdagangkan wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan sebagainya.
3. Mencelakan diri wanita sendiri, karena Tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan bodoh.
4. Tersebarnya penyakit, seperti sabda Rasulullah SAW:
(( لَمْ تَظْهَرِ الفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا ))
“Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu.”
5. Mempermudah mata melakukan maksiat, Rasulullah SAW bersabda: “Kedua mata zinanya adalah melihat.” Serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar (menundukkan pandangan) yang merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi. Allah SWT berfirman: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al-Isra’: 16)
Dalam hadits juga disebutkan:
((إنَّ النَّاسَ إذَا رَأَوْا المُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ أوْشَكَ أنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ))
“Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan mereka adzab.”
Wahai ukhti muslimah! Tidakkah anda memperhatikan hadits nabi SAW: “Buanglah duri dari jalan kaum muslimin.” Dan bila membuang duri dari jalan termasuk cabang iman, maka duri manakah yang lebih berat, batu di jalan atau fitnah yang merusak hati, menerbangkan akal dan menyebarkan kekejian di antara orang-orang mu’min.
Sesungguhnya tidaklah seorang lelaki muslim terkena fitnah pada hari ini karena anda yang telah memalingkannya dari mengingat Allah dan menghalanginya dari jalan yang lurus -padahal anda sanggup mencegahnya dari fitnah itu- kecuali di hari esok nanti Allah akan menghukum anda dengan adzab yang sangat pedih.
Segeralah taat kepada Allah, tinggalkan kritikan dan ejekan manusia, karena perhitungan Allah kelak sangat ketat.
Beberapa syarat hijab yang harus terpenuhi:
1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling rojih.
2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
3. Tebal dan tidak tipis atau trasparant.
4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.
5. Tidak memakai wangi-wangian.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.
Jangan berhias terlalu berlebihan
Bila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan.
Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita itu, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.
Kami Dengar lalu Kami Ta'ati (sami'na wa atha'na)
Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan.
Allah menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya:
} وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرْيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالمُؤْمِنِينَ (47) وَإذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ (48) {
“Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.” (Q.S. An-Nur: 47-48)
Firman Allah yang lain:
} إنَّمَا كاَنَ قَوْلَ المُؤْمِنِينَ إذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ (51) وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الفَائِزُونَ (52) {
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (Q.S. An-Nur: 51-52)
Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah ra, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah SAW dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”
Sholawat dan salam semoga tercurah atas nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Diposkan oleh Marhadi Muhayar, Lc., M.A. (Silahkan menukil dengan menyebut sumbernya)
KEUTAMAAN HIJAB ATAU JILBAB
Sesungguhnya seorang wanita muslimah akan menemukan dalam hukum Islam perhatian yang sangat tinggi terhadap dirinya, agar dapat menjaga kesuciannya, menjadi wanita mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri). Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan mata.
Hijab Simbol Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Allah SWT telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah SWT:
وَمَا كَانَ لمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إذاَ قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أمْرًا أنْ يَكُونَ لهُمُ الخِيَرَةُ مِنْ أمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)
Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah SWT:
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)
Allah SWT berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (Q.S. Al-Ahzab: 33)
Allah SWT berfirman:
} وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ {
“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah SWT berfirman:
} يَا أيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ {
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Rasulullah SAW bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa ia harus menutupi tubuhnya.
Hijab itu ‘iffah
Allah SWT menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat).
Allah SWT berfirman:
} ياَ أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أدْنَى أنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ {
“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.
Hijab itu kesucian
Allah SWT berfirman:
} وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ {
“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Q.S. Al-Ahzab: 53)
Allah SWT menyifati hijab sebagai kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah SWT berfirman:
} فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ {
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Q.S. Al-Ahzab: 32)
Hijab itu pelindung
Rasulullah SAW bersabda:
((إنَّ اللهَ حَيِيٌّ سَتِيرٌ يُحِبُّ الحَيَاءَ وَالسِّتْرَ))
“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”
Sabda beliau yang lain:
(( أيَّمَا اِمْرَأَةٍ نَزَعَتْ ثِيَابَهَا في غَيْرِ بَيْتِهَا خَرَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا سِتْرَهُ))
“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”
Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.
Hijab itu taqwa
Allah SWT berfirman:
} ياَ بَنِي آدَمَ قَدْ أنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ {
“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.” (Q.S. Al-A’raaf: 26)
· Hijab itu iman
Allah SWT tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman: “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (Q.S. An-Nur: 31). Allah SWT juga berfirman: “Dan istri-istri orang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)
Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah ra dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”
· Hijab itu haya’ (rasa malu)
Rasulullah SAW bersabda:
((إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاءُ))
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”
Sabda beliau yang lain:
“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”
Sabda Rasul yang lain:
((الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَرُ))
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”
· Hijab itu ghirah (perasaan cemburu)
Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”
Kata Bijak Kehidupan
Setiap masalah pasti bisa dibicarakan. Beda itu wajar asal jgn saling menyakiti. Mari bersama rasakan DAMAI.
Dalam hidup, jangan terlalu berharap, karena untuk setiap 'Hello' akan selalu berakhir dengan sebuah 'Goodbye'
Jangan berubah hanya karena ada yg tak menyukaimu. Jadi dirimu sendiri, akan selalu ada seseorang yg menyayangimu apa adanya.
Dia yg mengeluh adalah dia yg tak pernah bisa bersyukur, padahal tanpa ia sadari, karunia dari Tuhan telah ia nikmati setiap hari.
Jangan rendahkan dirimu untuk mendapatkan sesuatu, tapi rendahkan hatimu untuk berikan sesuatu.
Jangan awali hari dengan penyesalan hari kemarin, karena akan menggangu hebatnya hari ini, dan akan merusak indahnya hari esok.
Salah satu bentuk penghargaan terhadap hidup kita adalah dengan menghargai hidup orang lain.
Tentunya, ada spirit lebih dengan membaca kata bijak penuh motivasi diatas. Ada kekuatan baru dengan membacanya. Tentunya hasil akan lebih dahsyat jika kita merenungkannya sekaligus juga mempraktekkannya dalam menjalani setiap detik perjalanan hidup kita. Itu akan menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih bijak dalam segala aspek kehidupan kita. *Amin*
Kata-Kata Bijak
Terkadang, seseorang lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih.
Peluh yang menetes ketika kau mencari nafkah, akan terbayar dengan nikmat dan berkah yang kau makan.
Jangan remehkan hal-hal sepele. Sebab, dari sinilah hal-hal besar biasanya terwujud.
Menjadi sabar dan ikhlas memang tak mudah, tapi itu harus. Belajarlah untuk menerima arti kehilangan dan penantian.
Jangan iri atas kesuksesan orang lain, ketahuilah bahwa mereka berada di sana karena tekad dan kerja keras.
Jika kita mencoba melakukan yang lebih baik daripada yang kita pikir bisa kita lakukan, kita akan terkejut bahwa sebenarnya kita bisa melakukan hal itu.
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.
Peluh yang menetes ketika kau mencari nafkah, akan terbayar dengan nikmat dan berkah yang kau makan.
Jangan remehkan hal-hal sepele. Sebab, dari sinilah hal-hal besar biasanya terwujud.
Menjadi sabar dan ikhlas memang tak mudah, tapi itu harus. Belajarlah untuk menerima arti kehilangan dan penantian.
Jangan iri atas kesuksesan orang lain, ketahuilah bahwa mereka berada di sana karena tekad dan kerja keras.
Jika kita mencoba melakukan yang lebih baik daripada yang kita pikir bisa kita lakukan, kita akan terkejut bahwa sebenarnya kita bisa melakukan hal itu.
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.
Kata Bijak Cinta
Sulit tuk ucapkan selamat tinggal pada dia yg kamu cinta, tapi lebih sulit lagi ketika kenangan bersamanya tak hilang begitu saja.
CINTA slalu SETIA pd HATI, tak peduli betapa hebat LOGIKA. Tp kamu harus tahu kapan tuk gunakan logika agar hatimu tak trs TERLUKA.
Ketika jatuh cinta, jangan berjanji tak saling menyakiti, namun berjanjilah tuk tetap bertahan, meski salah satu tersakiti.
Meski tak dicintai oleh dia yg kamu cinta, tak berarti kamu merasa tak berarti. Hargai dirimu dan temukan seseorang yg tahu itu.
Jika kamu tulus mencintanya, jangan pernah hiasi matanya dgn air mata, telinganya dgn dusta, dan hatinya dgn luka.
Orang yg pantas kamu tangisi tidak akan membuatmu menangis, dan orang yg membuatmu menangis tdk pantas kamu tangisi.
Berhenti mencari seseorang yg sempurna tuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan diri menjadi seorang yg pantas tuk dicintai.
CINTA slalu SETIA pd HATI, tak peduli betapa hebat LOGIKA. Tp kamu harus tahu kapan tuk gunakan logika agar hatimu tak trs TERLUKA.
Ketika jatuh cinta, jangan berjanji tak saling menyakiti, namun berjanjilah tuk tetap bertahan, meski salah satu tersakiti.
Meski tak dicintai oleh dia yg kamu cinta, tak berarti kamu merasa tak berarti. Hargai dirimu dan temukan seseorang yg tahu itu.
Jika kamu tulus mencintanya, jangan pernah hiasi matanya dgn air mata, telinganya dgn dusta, dan hatinya dgn luka.
Orang yg pantas kamu tangisi tidak akan membuatmu menangis, dan orang yg membuatmu menangis tdk pantas kamu tangisi.
Berhenti mencari seseorang yg sempurna tuk dicintai, lebih baik belajar dan persiapkan diri menjadi seorang yg pantas tuk dicintai.
Kata Bijak Hidup
Ketika seseorang hanya diam atas pertanyaanmu, itu karena mereka sulit mengakuinya atau karena terlalu sakit tuk kamu tahu.
Hal mudah akan terasa sulit jika yg pertama diipikirkan adalah kata SULIT. Yakinlah bahwa kita memiliki kemampuan dan kekuatan.
Kesalahan adalah pengalaman hidup, belajarlah darinya. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. Cobalah menjadi teladan bagi sesama.
Senyumlah, tinggalkan sedihmu. Bahagialah, lupakan takutmu. Sakit yg kamu rasa, tak setara dengan bahagia yg akan kamu dapat.
Seseorang menangis, bukan karena ia lemah. Tetapi karena dia sudah terlalu lama KUAT.
Kata Bijak Motivasi
Saat kamu terjatuh, tersenyumlah. Karena orang yg pernah jatuh adalah orang yg sedang berjalan menuju keberhasilan.
Jangan pernah meremehkan kemampuanmu. Jika kamu menyadari betapa kuatnya pikiranmu, kamu tak akan pernah berpikir tuk menyerah.
Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.
Anda bisa memiliki apa pun yang Anda inginkan, jika Anda mampu menghilangkan keyakinan bahwa anda tidak akan mendapatkan yang anda inginkan.
Secara tidak sadar, seseorang yang menyakitimu hanya akan membuatmu semakin kuat!
Sukses tak akan datang bagi mereka yg hanya menunggu tak berbuat apa-apa, tapi bagi mereka yg selalu berusaha wujudkan mimpinya.
Kata Bijak Islam
Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan pun disisi Allah.(Adh-Dhahhak)
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)
Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)
Allah tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang alim lewat suatu paksaan, akan tetapi Allah menguatkan mereka lewat pintu iman. (Sahl Ibnu Abdullah).
TIGA MENTALITAS HEBAT
Mentalitas adalah kualitas karakter yang berkaitan dengan diri anda sendiri. Seberapa kuat anda memegang nilai-nilai kebaikan ketika anda sedang sendirian? Itulah mentalitas.
Karenanya, kualitas mentalitas anda sebenarnya hanya anda yang benar-benar mengetahuinya. Anda bisa disiplin ketika anda bersama teman anda. Tapi bisakah anda tetap disiplin ketika anda tidak dengan siapapun? Bila bisa, mentalitas anda bagus dan kuat.
Ada tiga mentalitas hebat yang benar-benar membantu anda meraih kemajuan dan kesuksesan, yaitu:
1. Semangat
Semangat adalah kondisi emosi yang penuh energi untuk segera dan benar-benar melakukan sesuatu. Ini sebuah perasaan yang hebat dan enak. Hebat karena bisa mendorong kita melakukan apapun. Enak karena bisa membuat kita berkuasa atas diri kita sendiri.
Dalam hidup, manusia sangat memerlukan semangat. Semangat lah yang membuat seseorang menggunakan potensi dirinya. Tanpa semangat, kekuatan sehebat apapun akan diam tak bergerak. Tapi dengan semangat tinggi, kekuatan kecil bisa berubah menjadi kuat luar biasa dan mengukir sejarah.
Mungkin anda dilahirkan sebagai orang miskin. Tapi dengan semangat tinggi, anda bisa berubah menjadi orang super kaya. Kenapa bisa begitu? Karena pada dasarnya, potensi anda sama dengan manusia lainnnya. Kaya – miskin adalah perbedaan kecil saja. Bahkan ada orang yang dilahirkan dengan tubuh yang cacat, tapi dengan semangat tinggi ia bisa sukses dan kaya raya. Terbukti, kekayaan dan kondisi fisik bukan penentu utama untuk seseorang meraih sukses.
Agar anda bisa semangat setiap saat, maka jadilah orang yang:
• Menguasai gerakan fisik agar selalu positif
• Pikiran berfokus pada hal-hal positif
• Katakan pada masalah yang terjadi : ”I Love You Problem”
2.Disiplin
Anda membutuhkan semangat untuk bergerak. Tetapi bergerak saja tidak cukup. Anda harus bergerak dalam batas-batas. Bila anda bergerak melampaui batas, gerak anda akan merugikan anda. Nah, disitulah kita memerlukan disiplin. Agar semangat luar biasa itu bermanfaat optimal untuk anda dan orang lain. Disiplin adalah kepatuhan anda pada batas-batas. Batas-batas yang mengatur hidup anda. Baik secara pribadi maupun secara sosial. Dan ketika anda hidup dalam batas-batas itu, anda akan menjadi bebas. Bebas yang sejati.
Saudara, anda yang bilang begini: Mimpi membuat kita bergerak, sedang disiplin membuat kita bertahan. Jadi, bila anda punya mimpi yang hebat dan banyak, maka anda memerlukan disiplin untuk meraihnya. Tanpa disiplin, mimpi sekedar mimpi. Tak akan pernah menjadi kenyataan. Dengan mimpi, anda mungkin bergerak. Tapi tanpa disiplin, anda akan berhenti ketika bertemu masalah. Nah, agar anda dapat disiplin, maka:
• Miliki dan Lakukan Jadwal Harian
• Taati Saja Aturan
• Tahan Godaan
3. Integritas
Integritas adalah mentalitas kita yang selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip luhur. Prinsip-prinsip seperti : kejujuran, kebaikan, keadilan, kebenaran, kepentingan rakyat banyak, dan sebagainya. Anda dikatakan berintegritas bila tindakan dan perkataan anda sama. Tidak berbeda sedikitpun. Istilahnya walk the talk dan talk the walk. Dan ini terjadi karena anda memegang prinsip-prinsip luhur. Anda pun menjadi pribadi yang berwibawa. Orang-orang mengagumi anda. Bukan karena harta anda. Bukan karena jabatan anda. Bukan karena popularitas anda. Tapi karena tindakan anda yang sama dengan perkataan anda.
Bila tindakan dan perkataan anda berbeda, orang-orang akan mencemooh anda. Mengatakan anda munafik. Anda tidak akan dihargai dengan tulus. Orang-orang membicarakan keburukan anda dibelakang anda. Di depan anda mereka baik, loyal, dan patuh. Di belakang mereka menunggu kejatuhan anda. Mereka bahkan akan senang melihat anda jatuh.
Nah, agar integritas benar-benar menjadi sifat jiwa anda, maka:
• Pegang teguh prinsip-prinsip mulia
• Berjanji dan tepati
• Bertanggung jawab.
Nah, ber 3B lah agar tiga mentalitas hebat ini benar-benar menjadi kualitas anda
Belajar
Berlatih
Berjuang
Takbir ! Allahuakbar !!!
Pola Kesuksesan – Sederhana Tapi Tidak Mudah
Sukses tercapai oleh sebuah pola sederhana. Siapapun yang bisa menjalankan pola ini, maka sukses jadi niscaya. Siapa yang cepat menjalankan polanya, suksesnya pun diraih cepat. Kondisi awal, memang berpengaruh, tapi tidak lebih menentukan dari proses menjalankan polanya. Orang miskin dan orang kaya lebih cepat mana meraih sukses? Bila hanya menghitung kondisi awal, maka orang kaya jawabannya. Tapi penentunya bukan kondisi awal, tapi proses menjalankan polanya. Orang miskin yang lebih cepat menjalankan pola sukses dari orang kaya, akan meraih sukses lebih cepat pula.
Nah, bagaimana pola sukses itu? Ada 5 tahap yang membentuk pola sukses, yaitu:
1. Keyakinan Diri yang Positif
Segalanya berawal dari sini. Ini citra diri anda. Self image. Ini berkaitan dengan bagaimana anda meyakini diri anda sendiri? Apakah anda manusia yang dilahirkan untuk sukses atau untuk gagal? Anda orang baik atau orang buruk? Anda ganteng / cantik atau buruk rupa? Anda layak kaya atau layak miskin? Anda merasa sebagai orang kelas bawah, kelas menengah atau kelas atas? Ketika berhadapan dengan orang lain, anda merasa diri anda di atas, sejajar atau di atasnya? Juga berkaitan dengan anda merasa diri anda pengikut yang baik atau pemimpin yang hebat? Merasa punya semua bakat dan potensi yang dibutuhkan atau tidak?
Nah, kesuksesan diawali dari keyakinan positif atas diri sendiri. Anda yakin anda dilahirkan untuk sukses. Anda orang baik. Anda ganteng / cantik. Anda layak kaya dan menjadi orang kelas atas. Anda percaya diri berhadapan dengan orang lain. Tidak rendah diri. Tidak juga sombong. Anda layak menjadi pemimpin hebat. Anda pun yakin sekali anda dianugerahi bakat dan potensi yang cukup untuk meraih sukses yang anda inginkan.
Kenapa ini penting? Karena hanya orang yang yakin bahwa dirinya layak sukses yang akan meraih sukses itu. Iya kan?
2. Melakukan Keharusan.
Langkah kedua adalah melakukan keharusan. Dari keharusan yang mendasar dan sederhana sampai melakukan keharusan yang sulit dan rumit. Keharusan – yang paling sederhana sekalipun – biasanya tidak menyenangkan. Tapi sangat baik bila dilakukan.
Keharusan ini bersifat seperti imunisasi. Bayi harus diimunisasi. Ini sebuah keharusan. Sakit rasanya, tapi menguatkan. Sedih melihatnya, tapi harus melakukannya. Resiko lebih besar harus ditanggung bila keharusan ini tak dilakukan.
Setiap orang harus bangun pagi-pagi. Setiap orang harus berolahraga. Setiap orang harus makan makanan sehat dan bergizi. Setiap orang harus bisa mengurus dirinya sendiri. Setiap orang harus bisa berpikir. Setiap orang harus bisa memecahkan masalah. Setiap orang harus terus belajar. Itulah beberapa keharusan yang mendasar.
Bila anda karyawan, anda harus disiplin. Taat aturan. Betapa pun aturan itu membuat anda kesal. Bila anda pebisnis, anda harus punya nilai lebih. Betapa pun sulitnya memiliki nilai lebih itu. Bila anda atlet, anda harus keras berlatih. Meski itu melelahkan.
Nah, bisakah anda meraih sukses bila anda tak bisa melakukan keharusan anda? Tidak!!! 100% tidak bisa sukses.
3. Membentuk Kebiasaan Positif.
Langkah ketiga adalah hasil langkah kedua yang benar-benar jelas, terus dilakukan berulang-ulang secara konsisten. Setiap orang harus bangun pagi. Maka pagi bisa berarti pukul empat, lima, enam, tujuh, delapan atau bahkan sembilan. Bila anda bangun tidur pukul empat di hari Senin, pukul tujuh di hari Selasa, pukul lima di hari Rabu, pukul delapan di hari Kamis, maka anda baru melakukan keharusan. Keharusan anda belum menjadi kebiasaan. Ketika anda secara konsisten – setiap hari – bangun pukul empat, itulah kebiasaan. Sebuah kebiasaan positif harus benar-benar jelas.
Ketika melihat orang kecelakaan, anda sigap membantu. Anda melakukan keharusan anda. Tapi hal ini tak terjadi setiap hari, kan? Maka ini bukan kebiasaan. Mematikan lampu yang tak digunakan adalah keharusan. Selalu mematikan lampu yang tak digunakan adalah kebiasaan. Nah, keharusan dan kebiasaan dibedakan oleh satu kata saja : selalu. Satu kata yang benar-benar sangat menentukan.
Keyakinan positif, Melakukan keharusan dan Membentuk kebiasaan positif adalah fondasi sukses anda. Ia seperti batu, pasir dan semen dalam fondasi rumah. Salah satu kurang, fondasi tak kuat. Rumah tak bisa dibangun di atas fondasi yang rapuh. Sukses pun begitu. Hanya bisa diraih bila fondasinya kuat.
4. Membentuk Kebiasaan Produktif
Kebiasaan produktif berbeda dengan kebiasaan positif. Kebiasaan positif berarti tidak negatif, tidak merugikan, dan menyenangkan, tapi tidak menghasilkan kemajuan secara langsung. Kesuksesan diraih secara langsung oleh kebiasaan produktif.
Membaca buku itu positif. Apakah produktif? Tidak. Menulis buku lah yang produktif. Hasilnya jelas sebuah buku. Anda mungkin berpendapat, membaca buku kan menghasilkan pengetahuan. Jadi ada hasilnya. Ada produknya. Anda benar. Tapi produknya masih di tahap mental, bukan fisikal. Maka bila baru di tahap mental, belum bisa dikatakan produktif. Secara mental, anda bisa sangat paham tentang penjualan. Produktif? Belum. Jadi produktif bila anda telah menjual sesuatu. Dan sesuatu yang anda jual itu ada yang beli.
Apakah ini membuat produktif lebih penting dari positif? Jelas tidak. Anda akan sangat sulit untuk bisa produktif, bila anda tidak positif.
5. Berkompetisi.
Kebiasaan produktif akan menghantarkan anda pada sukses. Tetapi untuk bisa bertahan dalam kesuksesan, anda harus siap dan mampu berkompetisi. Tanpa ini, sukses hanya sekejap. Orang sukses adalah orang yang senang berkompetisi. Bersemangat ketika ada saingan. Terpacu ketika ada lawan. Tetap rendah hati ketika menang. Segera bangkit ketika dikalahkan. Maka keyakinan, pelaksanaan keharusan, kebiasaan positif dan kebiasaan produktif benar-benar diuji. Inilah ujian sebenarnya dari sebuah kesuksesan.
Meraih sukses sulit. Mempertahankan kesuksesan jauh lebih sulit. Maka sadari lah bahwa semua kesulitan itu memang sebuah kelayakan untuk orang hebat seperti anda. Iya kan?
COPAS
By : Lisa widiastuti
Langganan:
Komentar (Atom)
jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara
======================================
Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. --------------------------------------------------------
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------
Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. -----------------------------------------------------
Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------
Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” ---------------------------------------------------
Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:
========================================== bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:
@lisawidiastuti ( twitter)
syarifahhti@gmail.com ( Google mail )
Al khilafah syarifah tsabitah ( facebook)
Liha_cantik@yahoo.co.id ( yahoo mail )
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM
------------------------------------------------------ ======================================
“(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) --------------------------------------------------------------------------
ISLAM ITU PADA AWALNYA ASING DAN AKAN KEMBALI ASING SEBAGAIMANA AWALNYA, MAKA BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG ASING
====================================== Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."(hadits shahih riwayat Muslim)
============================================================================== "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."(hadits shahih riwayat Ahmad)
============================================================================= "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)






.jpg)
.jpg)