Senin, 02 April 2012

Pola Kesuksesan – Sederhana Tapi Tidak Mudah


Sukses tercapai oleh sebuah pola sederhana.  Siapapun yang bisa menjalankan pola ini, maka sukses jadi niscaya.  Siapa yang cepat menjalankan polanya, suksesnya pun diraih cepat.  Kondisi awal, memang berpengaruh, tapi tidak lebih menentukan dari proses menjalankan polanya.   Orang miskin dan orang kaya lebih cepat mana meraih sukses?  Bila hanya menghitung kondisi awal, maka orang kaya jawabannya.  Tapi penentunya bukan kondisi awal, tapi proses menjalankan polanya.  Orang miskin yang lebih cepat menjalankan pola sukses dari orang kaya, akan meraih sukses lebih cepat pula.

Nah, bagaimana pola sukses itu?  Ada 5 tahap yang membentuk pola sukses, yaitu:

1. Keyakinan Diri yang Positif

Segalanya berawal dari sini.  Ini citra diri anda.  Self image.  Ini berkaitan dengan bagaimana anda meyakini diri anda sendiri?  Apakah anda manusia yang dilahirkan untuk sukses atau untuk gagal?  Anda orang baik atau orang buruk?  Anda ganteng / cantik atau buruk rupa?  Anda layak kaya atau layak miskin?  Anda merasa sebagai orang kelas bawah, kelas menengah atau kelas atas?  Ketika berhadapan dengan orang lain, anda merasa diri anda di atas, sejajar atau di atasnya?  Juga berkaitan dengan anda merasa diri anda pengikut yang baik atau pemimpin yang hebat?   Merasa punya semua bakat dan potensi yang dibutuhkan atau tidak?

Nah, kesuksesan diawali dari keyakinan positif atas diri sendiri.  Anda yakin anda dilahirkan untuk sukses.  Anda orang baik.  Anda ganteng / cantik.  Anda layak kaya dan menjadi orang kelas atas.  Anda percaya diri berhadapan dengan orang lain.  Tidak rendah diri.  Tidak juga sombong.  Anda layak menjadi pemimpin hebat. Anda pun yakin sekali anda dianugerahi bakat dan potensi yang cukup untuk meraih sukses yang anda inginkan.

Kenapa ini penting?  Karena hanya orang yang yakin bahwa dirinya layak sukses yang akan meraih sukses itu.  Iya kan?


 2. Melakukan Keharusan.

Langkah kedua adalah melakukan keharusan.  Dari keharusan yang mendasar dan sederhana sampai melakukan keharusan yang sulit dan rumit.  Keharusan – yang paling sederhana sekalipun – biasanya tidak menyenangkan.  Tapi sangat baik bila dilakukan.

Keharusan ini bersifat seperti imunisasi.  Bayi harus diimunisasi.  Ini sebuah keharusan. Sakit rasanya, tapi menguatkan.  Sedih melihatnya, tapi harus melakukannya.  Resiko lebih besar harus ditanggung bila keharusan ini tak dilakukan.

Setiap orang harus bangun pagi-pagi.  Setiap orang harus berolahraga.  Setiap orang harus makan makanan sehat dan bergizi.  Setiap orang harus bisa mengurus dirinya sendiri.  Setiap orang harus bisa berpikir.  Setiap orang harus bisa memecahkan masalah.  Setiap orang harus terus belajar.  Itulah beberapa keharusan yang mendasar.

Bila anda karyawan, anda harus disiplin.  Taat aturan.  Betapa pun aturan itu membuat anda kesal.  Bila anda pebisnis, anda harus punya nilai lebih.  Betapa pun sulitnya memiliki nilai lebih itu.  Bila anda atlet, anda harus keras berlatih.  Meski itu melelahkan.

Nah, bisakah anda meraih sukses bila anda tak bisa melakukan keharusan anda?  Tidak!!!  100% tidak bisa sukses.


3. Membentuk Kebiasaan Positif.

Langkah ketiga adalah hasil langkah kedua yang benar-benar jelas, terus dilakukan berulang-ulang secara konsisten.  Setiap orang harus bangun pagi.  Maka pagi bisa berarti pukul empat, lima, enam, tujuh, delapan atau bahkan sembilan.  Bila anda bangun tidur pukul empat di hari Senin, pukul tujuh di hari Selasa, pukul lima di hari Rabu, pukul delapan di hari Kamis, maka anda baru melakukan keharusan.  Keharusan anda belum menjadi kebiasaan.  Ketika anda secara konsisten – setiap hari – bangun pukul empat, itulah kebiasaan.  Sebuah kebiasaan positif harus  benar-benar jelas.

Ketika melihat orang kecelakaan, anda sigap membantu.  Anda melakukan keharusan anda.  Tapi hal ini tak terjadi setiap hari, kan?  Maka ini bukan kebiasaan.  Mematikan lampu yang tak digunakan adalah keharusan.  Selalu mematikan lampu yang tak digunakan adalah kebiasaan.  Nah, keharusan dan kebiasaan dibedakan oleh satu kata saja : selalu.  Satu kata yang benar-benar sangat menentukan.

Keyakinan positif, Melakukan keharusan dan Membentuk kebiasaan positif adalah fondasi sukses anda.  Ia seperti batu, pasir dan semen dalam fondasi rumah.  Salah satu kurang, fondasi tak kuat.  Rumah tak bisa dibangun di atas fondasi yang rapuh.  Sukses pun begitu.  Hanya bisa diraih bila fondasinya kuat.

 4. Membentuk Kebiasaan Produktif

Kebiasaan produktif berbeda dengan kebiasaan positif.  Kebiasaan positif berarti tidak negatif, tidak merugikan, dan menyenangkan, tapi tidak menghasilkan kemajuan secara langsung.  Kesuksesan diraih secara langsung oleh kebiasaan produktif.

Membaca buku itu positif.  Apakah produktif?  Tidak.  Menulis buku lah yang produktif.  Hasilnya jelas sebuah buku.  Anda mungkin berpendapat, membaca buku kan menghasilkan pengetahuan.  Jadi ada hasilnya. Ada produknya.  Anda benar.  Tapi produknya masih di tahap mental, bukan fisikal.  Maka bila baru di tahap mental, belum bisa dikatakan produktif.  Secara mental, anda bisa sangat paham tentang penjualan.  Produktif?  Belum.  Jadi produktif bila anda telah menjual sesuatu.  Dan sesuatu yang anda jual itu ada yang beli.

Apakah ini membuat produktif lebih penting dari positif?  Jelas tidak.  Anda akan sangat sulit untuk bisa produktif, bila anda tidak positif.

 5. Berkompetisi.

Kebiasaan produktif akan menghantarkan anda pada sukses.  Tetapi untuk bisa bertahan dalam kesuksesan, anda harus siap dan mampu berkompetisi.   Tanpa ini, sukses hanya sekejap.  Orang sukses adalah orang yang senang berkompetisi.  Bersemangat ketika ada saingan.  Terpacu ketika ada lawan.  Tetap rendah hati ketika menang.  Segera bangkit ketika dikalahkan.  Maka keyakinan, pelaksanaan keharusan, kebiasaan positif dan kebiasaan produktif benar-benar diuji.  Inilah ujian sebenarnya dari sebuah kesuksesan.

Meraih sukses sulit.  Mempertahankan kesuksesan jauh lebih sulit.  Maka sadari lah bahwa semua kesulitan itu memang sebuah kelayakan untuk orang hebat seperti anda.  Iya kan?

COPAS

By : Lisa widiastuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara
======================================


Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. --------------------------------------------------------
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------
Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. -----------------------------------------------------
Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------
Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” ---------------------------------------------------
Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:
========================================== bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:

@lisawidiastuti ( twitter)
syarifahhti@gmail.com ( Google mail )
Al khilafah syarifah tsabitah ( facebook)
Liha_cantik@yahoo.co.id ( yahoo mail )
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM
------------------------------------------------------ ======================================
“(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) --------------------------------------------------------------------------
ISLAM ITU PADA AWALNYA ASING DAN AKAN KEMBALI ASING SEBAGAIMANA AWALNYA, MAKA BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG ASING

====================================== Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."(hadits shahih riwayat Muslim)

============================================================================== "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."(hadits shahih riwayat Ahmad)


============================================================================= "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)

My mind