Kamis, 26 April 2012

Pragmagtis dakwah kampus


Kampus, yang seharusnya menjadi tempat lahir para ilmuwan dan cendekiawan, kini hanya berfungsi sebagai tempat singgah sejenak. Singgah sejenak untuk menghadapi dunia usaha, perpolitikan, atau usaha lain dalam mempertahankan hidup. Sungguh miris jika manusia, yang diberkati kemampuan lebih, hanya berpandangan tentang bertahan hidup, khususnya untuk kalangan akademis. Istilah akademis sendiri menjadi istilah yang hanya muncul dalam kalimat-kalimat retoris di balik mimbar.

Selain hakikat ilmu yang sudah bergeser, dari sebuah pemahaman menjadi sekedar IPK tinggi, hal ini dikarenakan tekanan universitas. Dengan sistemnya yang tak terlalu baik, universitas tidak memberi ruang bagi mahasiswanya untuk memegang ideologi nurani. Ideologi yang bukan didasarkan atas nafsu, tapi berangkat dari nurani yang terkadang terbelenggu.

Keprihatinan ini makin menjadi-jadi ketika pergeseran hakikat ilmu ini berimbas pada rangkaian gerak dakwah yang sudah dimulai berabad-abad silam ini. Kini, dakwah masih sebatas penunjukan eksistensi. Kalau tentang semangat juang, sudah tidak diragukan lagi. Namun, semangat hanya sebatas semangat. Para juru dakwah tak pernah serius mengurusi umatnya.

Akibatnya, makin lebar jurang pemisah antara ulama, cendekiawan,  juru dakwah, dan masyarakat. Para ulama dan cendekiawan belum ‘mampu’ membumi. Para juru dakwah terlalu asyik bermain dalam lingkarannya sendiri. Dampaknya, masyarakat, yang harusnya dibina dan diperhatikan, tak pernah tersentuh.

Para pengisi barisan terdepan, dalam hal ini juru dakwah, harus mulai membuat jembatan-jembatan penghubung yang melintasi jurang-jurang tersebut. Pragmatisme, yang memandang dakwah hanya sebatas eksistensi, harus segera dihilangkan. Batu penghalang ini bisa dihancurkan dengan membuat suatu sistem yang dapat membuka mata pragmatis-pragmatis tersebut.

Masalah ini tidak akan terselesaikan dengan seminar, diskusi, dll. Hal-hal insidental seperti itu hanya sebagai pemicu saja. Semangat ke arah ini sudah ada, namun masih stagnan. Belum ada langkah nyata yang mengupayakan solusi atas berbagai polemik yang dihadapi umat ini.

Jika ingin memulai langkah untuk mengupayakan solusi tersebut, maka dakwah kampus lah yang paling tepat. Sebab, dari sini lah titik tolak peradaban islam. Dari dulu, sampai sekarang. Selalu kalangan akademis lah yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan dakwah. Sejarah yang telah tercatat bukan untuk menaruh dendam pada tokoh antagonis masa lalu, namun untuk dipahami dan direnungkan, agar langkah yang akan ditempuh ke depan semakin jelas, semakin nyata.

Oleh: Ahmad Syarifudin, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara
======================================


Segala puji hanyalah milik Alloh yang telah mempertautkan hati kaum mukminin dan menganjurkan mereka supaya bersatu padu dan saling berhimpun serta memperingatkan dari perpecahan dan perselisihan. --------------------------------------------------------
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq untuk disembah melainkan hanyalah Alloh semata yang tidak memiliki sekutu. Dialah yang mensyariatkan dan memudahkan, dan Dia terhadap kaum mukminin adalah sangat penyantun. ------------------------------------------------------
Saya juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang diperintahkan dengan kemudahan dan berita gembira. -----------------------------------------------------
Beliau bersabda : Permudahlah dan janganlah kamu persulit, berikanlah kabar gembira dan janganlah membuat orang lari (dari kebenaran). ------------------------------------------------------
Permisalan kaum mukminin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau terjaga” ---------------------------------------------------
Tidak ragu lagi, bahwa kewajiban Ahlus Sunnah di setiap zaman dan tempat adalah saling bersatu dan menyayangi di antara mereka serta saling bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan… ==================================================---------------
bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:
========================================== bagi yg ingin menambah teman fb, curhat, konsultasi masalah agama, silahkan add FB:

@lisawidiastuti ( twitter)
syarifahhti@gmail.com ( Google mail )
Al khilafah syarifah tsabitah ( facebook)
Liha_cantik@yahoo.co.id ( yahoo mail )
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM
PEMERINTAH INDONESIA WAJIB BERHUKUM DENGAN HUKUM ISLAM
------------------------------------------------------ ======================================
“(Hak untuk) menetapkan hukum itu (hanyalah) hak Allah.” (QS. Al An’aam [6]: 57) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? (QS Almaidah: 50) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya. (QS Al Maidah:1) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS Al Maidah:45) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim (QS Albaqarah:229) ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim (pemutus) terhadap perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An Nisa [4]: 65) --------------------------------------------------------------------------
ISLAM ITU PADA AWALNYA ASING DAN AKAN KEMBALI ASING SEBAGAIMANA AWALNYA, MAKA BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG ASING

====================================== Rasulullah bersabda (yang artinya), "Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba')."(hadits shahih riwayat Muslim)

============================================================================== "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka."(hadits shahih riwayat Ahmad)


============================================================================= "Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba'). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah) ketika manusia rusak."(hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)

My mind